Aku yang Berdosa

Saat demi saat berlalu,
Hati ini terus aku cemari,
Dengan kegelapan dosa,
Hinnga hilang getaran imannya,
Hingga samar cahaya hidayahnya,
Hingga runtuh kekuatan amalnya,
Hingga pudar seri wajahnya,
Lalu aku mula sesat dan menyesatkan.

Detik demi detik mendatang,
Aku masih mengukir durjana,
Tanpa taubat di antara dosa,
Tanpa setitik lelehan airmata,
Terlalu angkuhkah aku pada neraka?
Mungkin aku perlu seketika menyendiri,
Mengetuk dan bertanya kepada hati,
Masih adakah Tuhan di dalam hati?

(mengapakah harus anda merosakkan hati dengan dosa sedangkan hati itu benci kepada dosa.. jangan korbankan dakwah ini hanya kerana dosa-dosa anda, jangan terlalu mudah berkata, salah cara ini dan itu.. tapi ketuklah hati dan tanya di manakah salah hati ini.. graviti daie.. gema pantulan daie.. aku itu yang masih menyalahkan diri)

2 Responses to “Aku yang Berdosa”

  1. Berhentilah menzalimi hati !

    saat hati mendabakan ketenangan.. cari la Allah disetiap hela nafas..
    saat hati inginkan kebaikan.. izinkanlah. Jangan dizalimi dengan melakukan sesuatu yang menyesakkan dada.

    “Hanya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenteram.” ( Ar-rad 13 : 28)

  2. Jurisda Says:

    Buka lah hati supaya cahaya hidayah dan kebaikkan masuk terus meresap ke dalam hati kita..

    Insya Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: