Senja Ramadan

Senja ramadan,
sirnanya cahaya keemasan,
samar di ufuk barat,
kitaran sunnatullah,
akan berakhirnya hari ramadan,
bakal tiba hari seterusnya.

Di satu desa,
tersangat ramai penghuninya,
mereka bersorak gembira,
kerana ramadan sudah senja,
akan berakhir sudah satu sekatan,
akan berakhir sudah satu tahanan,
akan berakhir sudah satu bebanan,
akan muncul semula kebebasan,
mereka lupa dan alpa.

Di satu desa yang lain,
tersangat sedikit penghuninya,
mereka menangis tidak henti,
keran ramadan sudah melambai,
mengucapkan salam perpisahan,
mereka meratapi sekuatnya,
kelemahan bersama ramadan lalu,
pertemuan yang tidak pasti,
mereka terlalu cinta dan rindu.

Di desa ini,
tinggallah aku bersendirian,
terus memerhati penghuni dua desa,
berfikir untuk memilih,
senja ramadan sudah berakhir,
ramadan sudah pergi,
di manakah aku sebenarnya?

(ramadan sudah pergi.. adakah aku ini ‘product’ yang berkesan dalam madrasah tarbiyyah ramadan yang lepas.. terlalu lemah aku di sisi Allah.. ampunkan daku ya Allah.. di mana pula anda menghuni?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: