bunga dakwah

Semalam,
Kulihat bunga itu,
Mekar,
Cantik,
Harum.

Semalam,
Kulihat bunga itu,
Sejuk mataku,
Tenang jiwaku,
Girang hatiku.

Tapi

Hari ini,
Kulihat bunga itu,
Kian merekah,
Kian layu,
Kian terkulai.

Hari ini,
Kulihat bunga itu,
Diratah kejam ulat bernama syaitan,
Ditiup kencang taufan jahiliyyah,
Dihanyut deras arus serakah.

Aku bertanya,
Salah siapa ini semua?
Tapi aku masih belum bertanya.

Sudah cukup bunga dijaga?
Sudah cukup bunga dibaja?
Sudah cukup disiram airnya?

Jangan kerana malasnya penjaga,
Hanya bunga di kecam hina,
Hanya bunga menempa neraka.

Hingga tika ini,
Aku masih menatap bunga itu,
Aku masih tertanya-tanya.

Adakah bunga akan terus terkulai layu?
Menyembah syaitan, jahiliyyah dan serakah.

Adakah bunga akan mekar semula?
Memberi semangat dan menenangkan jiwa.

Namun,
Aku tinggalkan kepada masa,
Kepada Yang Maha Esa,
Kerana mungkin penjaga sudah lelah berusaha..

(aku menulis ini ketika aku sedih melihat mad’u2 yang mampu dan berpotensi menggerakkan dakwah ini, tiba2 layu atas desakan nafsu sendiri, moga semua daie mampu bermuhasabah atas kelemahan kita ini.. doakan juga aku menulis sajak ini atas dasar yang ikhlas sebagai sekelumit sumbangan kepada dakwah.. jazakallah)

One Response to “bunga dakwah”

  1. Hmm.. ambo sero ambo kure sire air… baktu jadi gitu..
    nok gi cari bungo laing pulok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: